ADA APA DENGAN INDONESIA? - My articles - Publisher - Alumni Sejarah FIS UNNES
Monday, 05.Dec.2016, 2:19 AM
Main » Articles » My articles

ADA APA DENGAN INDONESIA?

Apakah kita masih percaya pada cerita pewayangan? Dimana dalam setiap jalan ceritanya selalu ada babak goro-goro? apakah kita percaya apa yang terjadi pada bangsa Indonesia akhir-akhir ini merupakan bagian dari goro-goro itu? Inikah yang dinamakan jaman kalabendu? Jaman dimana terjadi serba ketidak-aturan, jaman yang tidak lagi memiliki arah, yang benar disalahkan dan yang salah malah diagung-agungkan.

Haruskah kita bertanya kepada rumput yang bergoyang (para kyai dan pemuka agama) sementara mereka sendiri bingung dengan peristiwa-peristiwa yang silih berganti terjadi di negeri ini. Lantas kepada siapa lagi kita harus bertanya dan apakah kita masih percaya bahwa setelah adegan goro-goro tersebut akan datang sebuah masa tentram, aman, damai dan sejahtera?

Sejak 26 Desember 2004, bangsa Indonesia sepertinya tidak pernah lepas dari bencana yang datang terus secara bergantian. Bencana Tsunami, meletusnya gunung merapi, gempa bumi di Yogyakarta, di Solok, di Sumatera Utara, di Tasikmalaya, kemudian meluapnya lumpur Lapindo di Sidoarjo, angin topan, tanah longsor, kapal tenggelam, hilangnya pesawat Adam Air, tenggelamnya sebagian besar kota Jakarta yang merupakan jantungnya Indonesia, Longsor di Manggarai NTT,  dan yang terakhir terbakarnya Pesawat Garuda di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Lantas bencana apa lagi yang menunggu? Kita tidak tahu secara pasti, akan tetapi sepertinya alam tidak henti-hentinya memberikan peringatan kepada kita. Sadar atau tidak sadar alam adalah guru paling bijaksana dari semua kejadian.

 

Apabila kita bandingkan dengan umur manusia, umur bangsa Indonesia tidak lagi muda, akan tetapi sudah mendekati uzur. Manusia kebanyakan dianugerahi Tuhan dengan umur rata-rata 65 – 70  tahun setelah itu renta dan kemudian meninggalkan dunia dengan banyak cerita. Bangsa Indonesia yang sudah mendekati umur 65 tahun memang bisa dikatakan sebagai bangsa yang telah renta. Tahun 1945 sampai dengan tahun 1965, bisa dikatakan sebagai tahun-tahun penuh gejolak dalam diri Indonesia muda. Masa yang penuh dengan cobaan dan tantangan.

Sementara antara tahun 1966 sampai dengan tahun 1998, atau kurang lebih 32 tahun lamanya adalah masa jaya-jayanya Indonesia dewasa (hal ini sama dengan usia produktif manusia). Selanjutnya masa sekarang, antara tahun 1999 sampai dengan 2010 merupakan masa Indonesia mulai menata hidup untuk hari tua (masa pensiun) yang penuh dengan sukacita. Masa dimana manusia bisa melihat dan merasakan hasil apa yang pernah kita tanam sewaktu masih muda.

Tetapi apakah usia Bangsa Indonesia hanya akan berumur seperti rata-rata umur manusia?. Lahir dari buah kemerdekaan, berjaya dalam pemerintahan sendiri, dan kemudian hilang ke-Indonesiaan kita?. Harapan kita semua tentu seperti apa yang dicita-citakan pada pendiri bangsa ini, yaitu Indonesia yang utuh dari Sabang sampai Merauke serta mempertahankan NKRI sampai titik darah penghabisan.

Akan tetapi apa yang dilihat dan dirasakan sekarang ini tidak seperti yang kebanyakan orang harapkan dalam hidupnya, masa tua yang indah dengan segala macam fasilitas hari tua tidak pernah dirasakan. Malahan sebaliknya, justru keserakahan yang dilakukan oleh para pemimpin negeri, kesengsaraan yang semakin hari dirasakan oleh rakyat, cobaan dan musibah yang menimpa. Akankah bangsa ini akan tetap bertahan? Tetap berdiri kokoh seperti batu karang di lautan ataukah akan merangas seperti rumput ilalang?

Ada apa sebenarnya dengan masa tua bangsa Indonesia ini?, apakah karena dosa-dosa dimasa muda sehingga sekarang ini bangsa Indonesia harus menerima akibat dari apa yang ditanam tersebut. Lantas haruskan kita menyalahkan masa muda bangsa Indonesia yaitu orang-orang yang saat itu berperan sebagai tokoh-tokoh dan pengisi dinamika Indonesia saat itu?

Siapa yang salah?

Masih pantaskah saat ini kita mencari kambing hitam atas apa yang dialami bangsa Indonesia saat ini?. Mengapa bencana terus silih berganti menghantamn negeri ini? Masih pantaskah di saat seperti ini kita saling menyalahkan? Sebagai contoh dengan mendesak presiden SBY dan wakilnya untuk mundur dari jabatannya karena setelah SBY menjabat sebagai presiden di negeri ini berbagai macam bencana terus menimpa bangsa ini tanpa henti atau dengan mendesak presiden SBY untuk mengganti menteri pembantunya. Lantas apakah setelah dengan turunnya presiden, wakil presiden atau dengan digantinya para menteri semua peristiwa yang akhir-akhir ini menerpa bangsa Indonesia akan berakhir?

Keadaan yang begitu memilukan bangsa ini memang menjadikan orang semakin geram dan bertanya-tanya. Banyaknya kecelakaan transportasi seperti hilangnya pesawat, kecelakaan kereta api, tenggelamnya kapal dan masih banyak lagi kecelakaan lainnya. Mengapa semua ini harus terjadi? Dan masih pantaskah kita ini saling menyalahkan? Jawaban yang pasti tentu saja bukan untuk saling menyalahkan siapa dan siapa yang bersalah, akan tetapi yang perlu dicari jawabannya adalah mengapa semua peristiwa pilu yang terjadi di negeri ini harus terjadi?

Mengapa begitu hebat beban derita yang harus dirasakan oleh anak bangsa ini? Bukan ini dosa siapa, bukan ini salah siapa? akan tetapi mengapa semua ini harus terjadi? Masih banyak alternatif lain untuk mengungkapkan semua rahasia dibalik kejadian yang bertubi-tubi menghantam negeri ini. Ada dua hal yang mestinya kita sadari bersama, bahwa semua peristiwa yang menimpa bangsa ini terjadi karena banyak faktor yang menyebabkannya.

Yang pertama karena faktor alam yang kita tidak dapat menyalahkannya sebab semua itu sudah menjadi ketentuan dari sang pencipta. Penyebab kedua adalah karena kesalahan manusia, penyebab yang kedua inilah yang mestinya kita cari pangkal penyebabnya. Apakah memang karena ketentuan alam atau memang ada tangan-tangan jahil dibalik semua peristiwa tersebut.

Bangsa Indonesia memang sedang panik, akan tetapi hendaknya kepanikan ini tidak menjadikan bangsa ini salah arah dan berubah menjadi bangsa yang cengeng. Justru sebaliknya semua bencana yang menimpa harusnya dapat dijadikan pelajara berharga bagi kelangsungan kehidupan bangsa ini ke depan. Menjadikan bangsa ini semakin dewasa untuk menghadapi semua cobaan yang menimpa.

Koreksi Diri

Rentetan bencana yang menimpa bangsa ini sepertinya tidak akan pernah berakhir. Sebab di belakang semua peristiwa tersebut masih menunggu peristiwa-peristiwa lain yang siap menghantam negeri ini. Tidak hanya dalam masalah bencana alam akan tetapi menyeluruh kedalam sendi-sendi kehidupan bangsa ini. Banyaknya hutang negara, bertambahnya angka kemiskinan, tumbuhnya banyak penyakit dalam masyarakat, bertambah maraknya KKN, dan dimana pornografi sudah dianggap sebagai kebiasaan. Satu hal yang pasti hendaknya kita semua segera koreksi diri. Ada apa yang salah dengan kita bukan saling menyalahkan satu sama lain.

Darimana kita harus memperbaiki keadaan yang serba ruwet seperti sekarang ini kalau tidak dari diri pribadi kita masing-masing sebagai warganegara bangsa yang masih punya hati dan nurani. Saat ini bukan masanya lagi kita memberikan peringatan kepada orang lain atau anak cucu kita tentang apa yang harus dilakukan, sebab kita sendiri masih sering membuat kesalahan, sering jarkoni (bisa memberikan petuah kepada orang lain akan tetapi kita sendiri tidak pernah peduli apalagi melakukan apa yang pernah kita sampaikan kepada orang lain).

Gundulnya hutan yang kemudian menyebabkan tanah longsor dan banjir adalah kesalahan kita sendiri. Kesalahan kita yang telah salah memperlakukan alam secara tidak adil. Tenggelamnya kapal, hilangnya pesawat terbang dan kecelakaan lalulintas adalah kesalahan manusia itu sendiri yang tidak lagi peduli dengan aturan. Jangan pernah menyalahkan alam, sebab alam hanya memberikan balasan dan hadiah kepada manusia atas apa yang diperbuat manusia kepadanya.

Mari kita bergandengan tangan, bersahabat dengan alam. Semoga bencana dan malapetaka yang sering menimpa kita ini segera berakhir. Amin



Source: http://mustwiebagoes.blogspot.com
Category: My articles | Added by: alumnisejarah (01.May.2010)
Views: 11743 | Comments: 2 | Rating: 5.0/1
Total comments: 2
1  
saya bertanya pada diri saya ....? apakah negri indonesia ini awal ancurnya agama islam/awal majunya agama islam karna di niegri ini banyak sekali ulamayang paham arti makna agama islam tetapi jumlah oknum yang menghancurkan umat islam sangat banyak apalagi yang usia ABG. dan di tahun inilah <budaya barat>anak anak usia SD sudah jarang yang tidak mau blajar ngaji ,sampai budaya kita seperti bermain klereng ,petak umpet ,dan ucing-ucingan.sudah hampir punah.
saya berharap negri kits ini menjadi awal majunya islam walau dizaman global ini.

2  
wah pertanyaan yang benar-benar berbobot dan membuat pusing mas cokie.... masri berdo'a bersama-sama untuk kebaikan bangsa di masa datang

Name *:
Email *:
Code *: